Khai_ril
Seorang remaja yang terus berusaha untuk mencari jati diri dan makna hidup yang sesungguhnya.
Terlahir di Banjarmasin, 13 Desember 1986 silam.
Hidup dari keluarga sederhana yang Alhamdulillah selalu mendapat limpahan rezeki dari Allah SWT.
Suka bertualang, bercanda, dan ngumpul bareng teman-teman di skul or kampus.
Bercita-cita sukses dan bisa membahagiakan orangtua serta orang-orang yang ada di sekitar.
   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Aug 30, 2006
Lebih Dekat dengan Ananda (2-bersambung)

Selalu Pasang Target di Awal Tahun

Ingin Jadi Anggota Legislatif dan Lepaskan Masa Lajang

 

Menjadi Runner Up I dan meraih tiga gelar lainnya di Pemilihan Puteri Indonesia 2006 bukanlah prestasi pertama yang diraih Ananda. Sebelumnya, mahasiswi Kedokteran Unlam Banjarbaru ini sudah meraih segudang prestasi. Baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Apa saja prestasi yang sudah diraih Nanda? Berikut ulasannya.

 

KHAIRIL ANWAR, Banjarmasin

 

KETIKA Ditanya mengenai karir, Nanda yang dihubungi Wartawan koran ini Senin pagi kemarin, mengaku tak mengingat pasti awal berkarirnya. Namun ketika ditanya prestasi besar yang pernah ia raih, Nanda langsung nyerocos hingga wartawan koran ini kewalahan mencatatnya.

Khusus di dunia entertainment, Nanda menyebutkan bahwa ia pernah menjadi Galuh Banjar dan Finalis Model Aneka pada tahun 2000. Kemudian, menyabet gelar jawara (juara pertama, red) Puteri Citra Indonesia Tingkat Nasional pada 2003, serta menjadi pemenang Favorit VJ Hunt MTV dan membintangi film independent berjudul Orange Juice pada 2004.

Tak cukup di situ, pada tahun 2005, Nanda pun mengantongi segudang prestasi. Di antaranya terpilih sebagai Juara Pertama Simpatizone Ambasador dan Juara Periode 5 Indonesian Eyes Beauty Contest.

Di samping itu, Nanda yang sempat mengikuti audisi dan workshop sinetron Lambung Mangkurat-Puteri Junjung Buih gelaran Sanggar Budaya Kalsel bersama TVRI Pusat Jakarta, TVRI Kalsel, dan Harian Pagi Radar Banjarmasin ini, juga terpilih sebagai pemeran utama, yakni sebagai Puteri Junjung Buih.

Sayangnya, bersamaan dengan itu, Nanda harus berangkat ke Jakarta guna mengikuti grand final Simpatizone Ambasador. Alhasil, peran Puteri Junjung Buih di sinetron garapan H Adjim Arijadi itu pun tak sempat dimainkannya.

"Prestasi-prestasi tersebut tak lepas dari peran-serta dan motivasi abah wan mamaku," ungkap alumnus TK dan SD Sabilal Muhtadin, SMP Negeri 2 Banjarmasin, dan SMA Negeri 1 Banjarmasin ini.

Apakah memang terlahir dari keluarga yang berprestasi di bidang entertainment? Nanda mengatakan tidak. Seperti diketahui, ayah Nanda adalah seorang pengusaha yang juga pecinta tenis meja, sementara ibunya adalah pegawai negeri. Jadi, memang tak ada turunan dalam dunia entertainment.

"Yang menjadikan aku seperti ini adalah motivasi orangtua-ku. Mama sering kali berucap, karena beliau tak pernah jadi model, maka aku harus jadi model. Akhirnya aku memang jadi model. Kemudian, Mama bilang kalau dulu beliau tak pernah jadi dokter, maka aku harus jadi dokter, untuk itulah aku kuliah di kedokteran. Termasuk, Mama mengatakan kalau dulu beliau tak pernah berkompetisi di Puteri Indonesia, maka aku harus berkompetisi di ajang ini," kata Nanda.

Perlu diketahui pula, prestasi Nanda bukan hanya tercetak di dunia entertainment saja. Melainkan, juga tercetak di bidang akademik. Pada 2002, Nanda terpilih sebagai salah seorang peserta program pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada. Sementara pada 1999, Nanda yang saat itu masih berstatus sebagai siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin, terpilih menjadi salah seorang anggota Paskibraka di Istana Negara. Hebatnya, Nanda juga pernah menjadi pramugari salah satu penerbangan pada 2004-2005.

"Sewaktu SMA, Nanda memang dikenal sebagai siswa yang cerdas dan aktif. Sopan, rapi, serta bagus dalam pergaulan. Kalau dikelompokkan, Nanda termasuk kelompok kelas atas," ucap Adrian Spd, Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 1 Banjarmasin yang merupakan guru Bahasa Indonesia Nanda, waktu Nanda SMA dulu.

Kalau kita lihat kembali, sejak 1999 hingga 2006 ini, tak ada satu tahun pun yang terlepas dari prestasi (terkecuali tahun 2001 yang mana, Nanda lebih memfokuskan diri pada kuliahnya, red). Nah, selain motivasi orang tua, apakah hal utama yang membuat Nanda selalu meraih prestasi tiap tahunnya?

"Kuncinya adalah memasang target pada setiap awal tahun. Dengan target tersebut, kita akan termotivasi untuk menggapainya dengan usaha yang maksimal. Sebagai contoh, awal tahun 2006 lalu, aku memang menargetkan berkompetisi di  Pemilihan Puteri Indonesia. Dengan target yang ku pasang awal tahun itu, aku selalu berusaha hingga aku benar-benar mendapatkannya, mulai dari mencari info yang lengkap, sampai mengirimkan formulir pendaftarannya. Begitupun dengan tahun-tahun sebelumnya," bocor Nanda.

Lalu, apa target Nanda tahun 2007 mendatang? "Wah sebetulnya terlalu dini. Namun, jujur saja, pada tahun depan targetku sudah harus menyandang predikat Dokter. Kemudian, aku juga ingin menjadi anggota legislatif dan segera melepaskan masa lajang ku he..he..," cengir Nanda. (bersambung)


Posted at 05:06 pm by khai_ril

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry